Menuju BLK Inklusif: Transformasi Satpel PVP Kupang dalam Mewujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas di Provinsi NTT

Akses terhadap pelatihan vokasi bagi penyandang disabilitas masih menghadapi tembok besar tantangan sistemik. Mulai dari batasan usia, syarat kesehatan jasmani dan rohani yang kaku, hingga hambatan pendidikan formal seringkali menjadi batu sandungan. Tak hanya itu, kesenjangan informasi juga menjadi kendala utama; brosur pelatihan sering kali tidak menjangkau individu dan organisasi penyandang disabilitas, dan format informasi yang tersedia kerap tidak aksesibel bagi ragam disabilitas sensorik (Netra dan Tuli), Intelektual, maupun Psikososial.

Di sisi lain, penyelenggara pelatihan sering kali berada dalam kondisi ketidaktahuan. Banyak instruktur dan staf administrasi yang belum memahami etika berinteraksi dengan disabilitas, belum mampu mendesain kurikulum yang adaptif, hingga belum memiliki sarana prasarana yang akomodatif.

Dengan adanya peningkatan literasi disabilitas di kalangan staf, satpam (Satuan Pengaman) dan instruktur. Mereka kini memahami etika berinteraksi dan teknik pendampingan. Instruktur mulai mampu melakukan modifikasi instruksional, misalnya memberikan waktu tambahan bagi peserta disabilitas intelektual atau menggunakan alat bantu visual yang lebih dominan untuk peserta Tuli.

Melalui persiapan dan pelaksanaan Batch 2, staf serta instruktur kini memiliki literasi yang baik mengenai ragam disabilitas. Mereka mampu mengidentifikasi hambatan peserta dan menggunakan penyebutan (terminologi) yang benar, santun, dan memanusiakan.

Menyikapi realitas tersebut, Memasuki fase kedua pada tahun 2026, GARAMIN NTT melanjutkan implementasi program SOLIDER sebuah inisiatif yang dikembangkan oleh SIGAB Indonesia dengan dukungan Program INKLUSI yang telah membawa perubahan signifikan di wilayah Provinsi NTT. Program ini merupakan wujud nyata implementasi Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas (RAD PD) NTT sekaligus penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan yang telah terbentuk di Provinsi NTT. Dalam pelaksanaannya, GARAMIN mengedepankan semangat kolaborasi dengan merangkul berbagai Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD), di antaranya National Paralympic Committee (NPC) NTT, Pertuni Kota Kupang dan PERSANI NTT.

Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Kupang melakukan langkah progresif dengan menggandeng GARAMIN NTT. Kolaborasi ini bertujuan untuk meruntuhkan hambatan-hambatan tersebut dan membangun ekosistem pelatihan yang benar-benar inklusif bagi semua orang.

Pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di ruang rapat Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Kupang, dilakukan diskusi intensif antara koordinator dan staf Satpel PVP bersama tim GARAMIN NTT yang diwakili oleh Elmi dan Lanny. Diskusi ini menjadi tonggak awal komitmen BLK untuk bertransformasi menjadi lembaga yang ramah difabel.

Sebagai tindak lanjut nyata, pada 17 April 2026, tim gabungan yang terdiri dari Elmi (disabilitas fisik), Dewy (multi disabilitas), Tika (disabilitas fisik), Lanny (Non disabilitas), serta perwakilan organisasi Pertuni Kota Kupang, Kak Made (Sensorik Netra), melakukan audit aksesibilitas terhadap fasilitas BLK Provinsi NTT. Audit menyasar berbagai ruang pelatihan, mulai dari kelas Barista, tata rias, pastry, menjahit, komputer, hingga administrasi perkantoran.

Hasil audit menemukan sejumlah catatan penting yang perlu dibenahi, di antaranya: Bidang miring (ramp) yang terlalu curam dan belum dilengkapi pegangan tangan (handrail), Lokasi pelatihan yang masih berada di lantai dua tanpa akses lift atau fasilitas pendukung lainnya, Pintu toilet kayu yang berat dan sulit dioperasikan oleh disabilitas fisik, Peralatan pelatihan (meja dan keran air) yang posisinya terlalu tinggi serta Kebutuhan perangkat lunak pembaca layar (screen reader) pada komputer untuk peserta netra.

Kesadaran bahwa inklusivitas bukan sekadar soal fisik, mendorong Satpel PVP Kupang menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Sensitivitas Pelayanan terhadap Penyandang Disabilitas” pada 24 April 2026. Mengikuti pembekalan mengenai konsep disabilitas dan etika berinteraksi.

Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Kupang menggelar kegiatan Sosialisasi Sensitivitas Pelayanan terhadap Penyandang Disabilitas. Kegiatan ini diikuti oleh 24 orang staf Satpel PVP Kupang yang dimulai dari satpam, koordinator, instruktur pelatih dan staff dari masing-masing bidang (terdiri dari 9 laki-laki dan 15 perempuan) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan publik yang ramah disabilitas.

Langkah ini dianggap krusial mengingat pelatihan Batch 2 akan segera dimulai pada Juni 2026. Untuk sementara, karena keterbatasan fasilitas lantai dua, pelatihan Batch 2 akan diprioritaskan bagi difabel fisik ringan, dengan koordinasi intensif bersama pusat terkait sistem pendaftaran di aplikasi SIAPkerja agar lebih ramah bagi pelamar disabilitas.

Koordinator Satpel PVP Kupang, Bapak Willy, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata pemenuhan hak penyandang disabilitas di NTT. “Kami berkomitmen untuk terus mengupayakan agar program pelatihan ke depannya menjadi lebih inklusif. Wadah kolaborasi antara pemerintah dan OPDis ini diharapkan mampu memotivasi rekan-rekan penyandang disabilitas untuk terus meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Mereka bukan sekadar penerima manfaat, melainkan subjek pembangunan yang berdaya,” ujar Pak Willy.

Sebagai bentuk keberlanjutan, Satpel PVP Kupang dan GARAMIN NTT berencana meresmikan kerja sama ini melalui Nota Kesepahaman (MoU). Dalam kerja sama tersebut, GARAMIN NTT akan berperan sebagai konsultan ahli guna memastikan sarana, prasarana, dan sistem pelatihan di BLK Kupang terus berkembang menuju standar inklusi yang ideal.

Author : Elmi Ismau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *